POSKOTA.CO.ID – Sebanyak 8 WNI atau warga negara Indonesia diduga menjadi tentara bayaran Rusia. Para WNI tersebut diduga bergabung karena diiming-imingi bayaran tinggi.
Daftar delapan orang WNI yang disebut menjadi tentara bayaran Rusia itu dirilis oleh Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina atau Foreign Intelligence Service of Ukraine (FISU) pada 27 Agustus 2026 lalu.
Berdasarkan keterangan resmi FISU, data tersebut diperoleh dari salinan komunikasi Kementerian Luar Negeri Rusia yang tengah mengurus sejumlah visa untuk WNI.
“Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina telah memperoleh dokumen tentang setidaknya delapan warga negara Indonesia yang direkrut ke dalam barisan tentara pendudukan RF,” bunyi pernyataan FISU di laman resminya.
Baca Juga: Harta Destry Damayanti Berapa? Segini Total Kekayaan Gubernur BI 2026-2031
Dalam pernyataannya, FISU mengungkapkan bahwa para WNI berusia 29 hingga 47 tahun yang direkrut Rusia itu tidak tahu akan dikirim kemana. Pola tersebut juga telah digunakan sebelumnya kepada orang-orang dari negara lain, seperti Nepal, Kuba, hingga India.
“Pola yang sama sebelumnya telah digunakan ke warga negara Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Sebagian besar dari mereka berakhir di garda depan tanpa pelatihan apa pun, dan beberapa tewas dalam beberapa minggu pertama,” jelas FISU.
“Indonesia, negara Muslim terbesar di dunia dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, telah bergabung dalam daftar negara yang telah dijadikan Kremlin sebagai sumber tenaga kerja murah untuk perang,” sambungnya.
Daftar Delapan Orang WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia
Berikut ini daftar nama WNI yang direkrut menjadi tentara bayaran Rusia, seperti yang dirilis oleh FISU.
Baca Juga: Cara Sanggah Hasil Seleksi Administrasi Sekolah Kedinasan 2026, Simak Ketentuan dan Tahapannya
1. Yuda Putra Pratama (kelahiran 9 Agustus 1997)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.