JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Kondisi lapangan sepak bola di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, mendapat perhatian dari DPRD DKI Jakarta. Area yang sebelumnya menjadi ruang olahraga warga kini berubah menjadi genangan air menyerupai danau kecil akibat persoalan drainase dan belum adanya penanganan menyeluruh.
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Anggi Arando Siregar, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta segera mengambil langkah konkret agar fasilitas olahraga tersebut kembali dapat dimanfaatkan masyarakat.
Dorongan itu disampaikan Anggi saat rapat kerja Komisi E DPRD DKI Jakarta bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta. Menurutnya, kondisi lapangan yang tidak dapat digunakan telah menghilangkan ruang aktivitas warga sekaligus berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan dan kesehatan.
“Pemprov DKI harus segera mencari solusi atas kondisi lapangan sepak bola di Tanah Merah yang sekarang berubah menjadi genangan seperti danau kecil. Jangan sampai fasilitas olahraga masyarakat terus terbengkalai,” ujar Anggi.
Baca Juga: 3 Penyebab Harga OPPO Reno 16F Melonjak, Bukan Sekadar Karena Fitur AI
Politisi Gerindra itu menjelaskan, salah satu kendala yang selama ini muncul adalah status lahan Tanah Merah yang merupakan aset milik Pertamina. Namun, menurut dia, persoalan kepemilikan lahan tidak seharusnya menjadi hambatan untuk menghadirkan fasilitas publik bagi warga.
Anggi mencontohkan, pada 2021 pembangunan jalan di kawasan tersebut tetap dapat dilakukan melalui komunikasi antara Pemprov DKI Jakarta dan pihak Pertamina.
“Tanah Merah memang tidak bisa dibangun begitu saja karena status tanahnya milik Pertamina. Tetapi pada 2021 pembangunan jalan bisa terlaksana. Artinya, komunikasi dengan Pertamina memungkinkan dilakukan. Hal yang sama harus ditempuh untuk menyelesaikan persoalan lapangan ini,” katanya.
Berdasarkan laporan warga, lanjut Anggi, Lapangan Kobra telah mengalami persoalan banjir sejak 2017. Saat itu, pemerintah berencana membangun fasilitas umum di RW 09 berupa akses jalan dan lapangan.
Baca Juga: BPK Temukan Ketidaksesuaian Belanja Dana BOSP Rp483 Juta di Disdikpora Pandeglang
Namun, yang terealisasi baru peninggian jalan, sementara perbaikan lapangan belum dilakukan. Kondisi tersebut membuat air hujan mengalir ke area lapangan yang menjadi titik terendah hingga akhirnya berubah menjadi kubangan besar.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.