MediaBantenCyber.co.id (MBC), TANGERANG – Proyek penataan lingkungan pada kawasan produksi benih tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan di Kampung Melayu, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan. Pasalnya, kegiatan yang bersumber dari anggaran Pemerintah Kabupaten Tangerang tersebut memiliki nilai kontrak mencapai miliaran rupiah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan tersebut di antaranya berupa pembangunan pagar tembok yang direncanakan mengelilingi lahan pertanian seluas kurang lebih tiga hektare. Kawasan pertanian tersebut berkaitan dengan wilayah Kecamatan Teluknaga, Kosambi, dan Pakuhaji.
Proyek yang berlokasi di Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, tersebut tercantum dengan nilai anggaran sebesar Rp4.906.640.000. Pekerjaan diketahui berkaitan dengan penataan lingkungan UPTD Produksi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kampung Melayu, Teluknaga, dan dikerjakan oleh CV Alfina Putri Tunggal.
Saat wartawan MediaBantenCyber.co.id mendatangi lokasi proyek pada Sabtu (19/9/2026), terlihat sejumlah pekerja tengah melakukan aktivitas pembangunan. Dua pekerja, Masno dan Naryo, tampak memotong besi yang digunakan untuk membuat rangka atau fondasi tiang pagar.
Masno mengatakan, pekerjaan yang tengah dilakukan di lokasi tersebut merupakan bagian dari pembangunan pagar tembok yang nantinya akan mengelilingi kawasan lahan pertanian.
“Ya Pak, ini hanya untuk proyek pasang pagar tembok. Nanti dipasang keliling semua lahan pertanian, kira-kira tiga hektare lebih,” kata Masno saat ditemui di lokasi proyek, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Masno, dirinya bersama Naryo telah beberapa waktu mengerjakan pemotongan besi untuk kebutuhan fondasi pagar. Besi tersebut nantinya digunakan sebagai bagian dari konstruksi tiang pagar agar bangunan lebih kuat.
“Saya kerjain potong besi ini untuk cakar ayam sudah dua bulan belum selesai-selesai. Nanti kalau sudah jadi, tiang cakar ayamnya buat dipakai pagar tembok biar tambah kuat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Naryo. Ia mengaku hanya bertugas melakukan pemotongan besi yang akan digunakan dalam pembangunan pagar tembok di kawasan pertanian tersebut.
“Kita kerja potongin besi, Pak. Ini buat dipasang pagar tembok. Nanti lahan pertanian mau dikelilingi pagar tembok semua,” katanya.
Anggaran Miliaran Dipertanyakan
Besarnya anggaran proyek tersebut menjadi perhatian, terutama karena pekerjaan berada di kawasan pertanian yang luasnya disebut sekitar tiga hektare. Nilai anggaran sekitar Rp4,9 miliar pun memunculkan pertanyaan mengenai rincian pekerjaan, volume konstruksi, spesifikasi teknis, serta dasar perhitungan anggaran proyek.
Di sisi lain, kawasan pertanian di wilayah Teluknaga, Kosambi, dan Pakuhaji dalam beberapa tahun terakhir menghadapi perubahan tata ruang dan berkurangnya lahan pertanian akibat perkembangan kawasan.
Karena itu, penggunaan anggaran miliaran rupiah untuk penataan kawasan produksi benih dan pembangunan pagar dinilai perlu disertai penjelasan mengenai tujuan, manfaat, serta perhitungan kebutuhan pekerjaan agar masyarakat dapat mengetahui efektivitas penggunaan anggaran daerah.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang mengenai rincian pekerjaan, panjang pagar yang akan dibangun, spesifikasi konstruksi, dasar penetapan nilai anggaran Rp4,9 miliar, serta target manfaat dari proyek tersebut.
Keterangan dari pihak DTRB dan pelaksana proyek diperlukan untuk memberikan gambaran secara utuh mengenai pekerjaan yang sedang berlangsung, termasuk kesesuaian antara nilai anggaran dengan volume dan spesifikasi pekerjaan di lapangan. (Red)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.