JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Kebakaran hebat yang menghanguskan bangunan kos di Jalan Rasamala II, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Senin, 24 Agustus 2026, dini hari WIB, menyisakan cerita mencekam. Di tengah kobaran api yang membesar, para penghuni indekos di lantai dua terpaksa melompat dari ketinggian demi bertahan hidup.
Peristiwa nahas yang dipicu percikan api dari lampu neon di lantai satu ini menelan empat korban jiwa, yakni pemilik rumah beserta istri dan anaknya yang terjebak di lantai bawah, serta seorang penghuni indekos.
Saksi mata di lokasi kejadian, Sabrina, 23 tahun, menceritakan api yang muncul sekitar pukul 03.00 WIB, menyebar sangat cepat ke seluruh penjuru lantai dasar. Kondisi tersebut menutup satu-satunya akses keluar bagi para penghuni di lantai atas.
“Penghuni kos di lantai dua terjebak karena api mengepung dari bawah. Demi selamat, beberapa anak kos nekat melompat dari atap dan genteng rumah saya serta rumah sebelah,” kata Sabrina, Selasa, 25 Agustus 2026.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran di Tebet Jakarta Selatan: 4 Meninggal Dunia, 1 Luka Berat
Sementara itu, salah seorang penghuni kos, Salman, 23 tahun, panik begitu terbangun dan mendapati asap tebal sudah memenuhi ruangan. Setelah mengamankan barang berharga seadanya, ia dan rekan-rekannya melompat dari lantai dua.
“Begitu bangun api sudah besar. Kami refleks melompat karena orang-orang di luar sudah berteriak ada kebakaran. Ada empat orang yang mencoba melompat; tiga orang selamat, meski satu mengalami keseleo dan orang keempat agak terlambat sehingga terkena luka bakar,” ujarnya.
Berbeda dengan penghuni lain yang melompat dari atap, seorang penghuni indekos bernama M. Dendi Saosai, 23 tahun, memilih bertahan di dalam, karena ragu untuk melompat. Ketua RT 06 RW 09, Walid menjelaskan, korban akhirnya nekat menuruni tangga yang telah dikepung api.
“Korban tidak berani melompat, lalu memilih turun lewat tangga dan menerobos kobaran api di pintu bawah. Akibatnya, sekujur tubuhnya mengalami luka bakar parah hingga 90 persen dan saat ini dirujuk ke RSCM,” ucapnya.
Baca Juga: Wali Kota Jakarta Barat Berikan Penghargaan kepada PLN dalam Kontribusi Pencegahan Kebakaran
Api baru dapat dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 07.00 WIB. Sementara itu, tiga jenazah pemilik rumah yang tewas terjebak di lantai dasar telah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman mereka di Kediri, Jawa Timur.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.