POSKOTA.CO.ID – Kemunculan Doctor Doom di Avengers: Doomsday membuka kemungkinan yang cukup menarik. Bukan hanya soal siapa yang akan menjadi lawan utama para Avengers, tetapi juga apakah Marvel Studios berani membuat sang villain benar-benar menang.
Teori ini bukan tanpa dasar. Polanya pernah digunakan Marvel ketika Thanos berhasil mengalahkan para pahlawan di Avengers: Infinity War, sebelum akhirnya dikalahkan dalam Avengers: Endgame. Karena itu, bukan tidak mungkin Doomsday justru menjadi babak ketika Doctor Doom berada di atas angin, sementara konsekuensinya baru diselesaikan dalam Avengers: Secret Wars.
Pertanyaannya, bagaimana Doom bisa menang ketika jumlah superhero yang terlibat begitu besar?
Baca Juga: HUT RI ke-81, Ribuan Warga Binaan Jakarta Terima Remisi
1. Para hero justru sibuk bertikai
Salah satu kemungkinan paling masuk akal adalah Doom tidak menghadapi seluruh pahlawan sekaligus. Ia bisa memanfaatkan konflik di antara mereka.
Dengan hadirnya karakter dari berbagai realitas, perbedaan kepentingan dapat menjadi masalah. Avengers, Fantastic Four, dan X-Men mungkin tidak langsung menjadi satu tim solid. Masing-masing bisa memiliki tujuan berbeda, terutama jika ancaman Incursion kembali menjadi bagian penting cerita.
Dalam situasi seperti ini, Doom tidak perlu menjadi petarung paling kuat. Ia cukup menjadi pihak yang paling sabar.
Saat para hero sibuk berdebat atau bertarung, Doom dapat menggunakan waktu tersebut untuk menjalankan rencananya.
2. Doom mendapatkan kekuatan kosmik
Dalam komik, Doctor Doom pernah memperoleh kekuatan luar biasa hingga menjadi God Emperor Doom dalam Secret Wars.
Jika konsep tersebut diadaptasi ke MCU, Doom mungkin membutuhkan sumber kekuatan kosmik untuk menghadapi puluhan superhero. Galactus menjadi salah satu kandidat yang menarik, mengingat karakter tersebut memiliki hubungan erat dengan Fantastic Four.
Loki juga menarik untuk dipertimbangkan karena posisinya berkaitan dengan struktur multiverse. Namun, sejauh ini belum ada kepastian bahwa salah satu karakter tersebut akan menjadi sumber kekuatan Doom.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.